Lanjut ke konten

… karena “Secangkir kopi dan DosGil tidak inkompatibel.”

September 5, 2020

“We want to do a lot of stuff; we’re not in great shape. We didn’t get a good night’s sleep. We’re a little depressed. Coffee solves all these problems in one delightful little cup.” Jerry Seinfeld

Setiap tulisan di blog sebelumnya (dosengila.wordress.com) selalu diawali dengan kata “Secangkir” dan kata berikutnya yang sering mengikuti adalah “kopi”. DosGil bukan penggemar fanatik kopi. DosGil lebih suka es krim. Sokelat. Namun, saat ini kopi bagi DosGil menjadi sebuah kebutuhan. Secangkir seduhan kopi robusta hampir selalu menemani pagi hari DosGil. Biasanya dinikmati setelah #larithimikthimik ataupun #indoorcycling. Mendekati jam makan siang, kali ini arabika (dan favorit DosGil adalah yang dari Wamena) diseduh untuk mempertahankan melawan rasa kantuk yang sering mulai muncul. Apalagi setelah makan siang. Kopi-kopi itu dinikmati tanpa gula tentunya.

Pola konsumsi kopi ini sudah berkurang banyak dibandingkan saat studi S3 di Belanda dulu. Dulu bisa 5 kali dalam sehari, DosGil menikmati kopi hitam americano tanpa gula. Yaitu, pagi hari sesampainya di lab, coffee break pagi, lunch, coffee break sore dan saat mau pulang. Saat itu, tidak hanya DosGil yang memiliki pola konsumsi kopi seperti ini di lab. Dan, saat ini, katanya sudah masuk era third wave coffee. DosGil mencoba berhitung ampas kopi yang dihasilkan dan kemudian dibuang sia-sia. Memang, banyak penggunaan ulang dari used atau spent coffee grounds ini. Klik di sini untuk melihat beberapa contohnya. Namun yang terbuang percuma pasti jauh lebih banyak.

Saat diwawancara oleh mBak Kumara pada tanggal 2 September 2020 kemarin (Klik di sini untuk melihat wawancaranya), DosGil sempat tercetus kalau fokus riset kali ini salah satunya adalah penemuan obat untuk diabetes. Dan ampas kopi lagi jadi incaran DosGil untuk mendapat senyawa bahan alam yang potensial untuk dikembangkan. Mengapa? Available evidence indicates that coffee consumption is inversely associated with risk of T2D. Jurnal tersebut juga mengidentifikasi kemungkinan mekanisme “inversely associated” ini. Nah, jika seduhan dengan air panas yang hanya sebentar entah itu perkolasi (misal dengan teknik vietnam drip atau coffee presso) atau maserasi (misal dengan di-tubruk, french press, maupun syphon) sudah menghasilkan sajian favorit masing-masing orang dan sudah menimbulkan efek baik untuk kesehatan dalam hal ini inversely associated dengan diabetes tipe 2, maka ampas kopi hampir pasti menyimpan “harta karun” yang bisa dieksplorasi dan dimanfaatkan lebih lanjut. Teknik-teknik ekstraksi yang lazim dan jamak di dunia farmasi bisa digunakan untuk eksplorasi hal ini. Teknik tersebut bisa digunakan untuk memisahkan fraksi atau bahkan senyawa yang dibutuhkan untuk terapi atau pencegahan diabetes dari ampas kopi. Namun sepertinya ini bertentangan dengan Matius 19:6b “Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 😀

*GT C13 | 5 September 2020 12:31 WIB

From → Karena ...

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: