Skip to content

… karena “Djogdja is the most beautiful city in the world …”

“… kau kekasihku tapi orang lain bagiku …” (“Teruskanlah“, Agnes Monica)

Ah .. DosGil tidak sempat karena (sok) sibuk untuk menulis satu artikel pun di bulan April. Seperti diprediksi di tulisan sebelumnya, bulan April yang telah lewat merupakan bulan yang cukup menyita waktu. Dimulai dari ultah Awan ke-5, persiapan dan menerima tamu-tamu dari Belanda, dari sebuah perusahaan farmasi besar negeri ini, dan berlibur konferensi Cosmetic Sciences di Sanur Bali. Sepulang dari Bali tidak bisa bersantai-santai karena ada tugas administratif dan sebagai seorang guru/peneliti ke Jakarta. Setiba dari Jakarta, mendapati Awan opname karena demam berdarah hingga April pun berakhir. Akhir pekan di awal Mei ini, DosGil mendapat kunjungan dari teman (dan kekasihnya) dari Amsterdam, Belanda. Teman senasib seperjuangan saat mengambil PhD di VU. Bincang-bincang di akhir hari kemarin menyadarkan DosGil bahwa sekolah S3 yang ditempuh di Belanda ternyata cukup “menyenangkan” dan “fun” mengenang kegilaan-kegilaan yang pernah DosGil lakukan di lab. Namun demikian, DosGil enggan untuk mengulang semua itu. Mungkin faktor usia dan ya, Djogdja is the most beautifuls city in the world. Sangat sukar bagi DosGil meninggalkannya (lagi) dengan semua jalinan yang terbentuk sejak masih kecil. Mungkin lebih mudah bagi onta untuk masuk lubang jarum. Namun ada yang cukup mengganggu (meski mungkin baik untuk ekonomi lokal), di akhir pekan Djogdja menjadi kekasih tapi seperti orang lain, macet pun sangat.

Dan ini hari Senin, saatnya menyelesaikan berbagai tugas administratif yang pasti sudah menumpuk di kantor. Selamat hari Senin di awal bulan Mei!

*Merindukan Djogdja yang ramah terhadap pesepeda dan pejalan kaki seperti pada tahun 90an. Pogung, 6 Mei 2013, 06:59 WIB

… karena “Melakukan kebiasaan dan panggilan bukan sekedar tugas …”

KING BUMI : “You’ve passed all my tests. Now you must answer one question.” AANG : “That’s not fair! You said you would release my friends if I finished your tests.” KING BUMI : “Oh, but what’s the point of tests if you don’t learn anything?” …(King Bumi and Aang)

 

Maret 2013 hampir berakhir. Sungguh melelahkan bagi DosGil tapi menyenangkan. Satu tulisan ilmiah sebagai corresponding author  published lagi. Tulisan itu mainly merupakan karya Radif. Satu lagi masih dalam preparasi, target hari ini submit (tapi sepertinya akan mundur). Menulis dan berbagi itu menyenangkan. Namun, terasa memprihatinkan ketika membaca tulisan-tulisan yang “tercipta” (dalam tanda petik karena bisa jadi hanya sekedar copas) karena sepertinya hasil dari sekedar tugas belaka.

Selamat menikmati sisa akhir pekan panjang ini!

*Pogung, 31 Maret 2013, 11:04 WIB

… karena “Jemari pun menari sendiri meski ide berlari kian kemari …”

“… pancuran bambu kecil memercikan air menghempas di atas batu hitam …” (Ebiet G. Ade)

Akhirnya pekerjaan administrasi yang menyita pikiran DosGil beberapa hari terakhir usai sudah, accomplished. Eh belum ding, masih ada beberapa. Tapi biarlah. Esok istirahat sehari, sebelum hari Minggu dan selanjutnya diterpa badai pekerjaan lagi. Maret dan April sepertinya akan banyak berakhir pekan di luar kota. Menyenangkan. Berbagai kejutan yang sudah terprediksi bermunculan. Excited memang namun ternyata fisik lelah juga. Faktor “U” kah? Entahlah … Mendengarkan lagu-lagu Ebiet secara streaming di youtube dan secangkir teh tawar cukup membuat rasa ini rileks.

Selamat berakhir pekan!

*Pogung, 23 Februari 2013, 00:46 WIB

… karena “ObatApa yang bisa menyembuhkan dunia adalah cinta dan …”

“It is only with true love and compassion that we can begin to mend what is broken in the world. It is these two blessed things that can begin to heal all broken hearts.” (Steve Maraboli)

Tanggal 14 Februari sering kali (dengan kata lain: “tidak selalu”) adalah hari yang mempunyai kenangan tersendiri bagi DosGil. DosGil merayakan hari Valentine? Wah lha ya jangan ditanya … Patah hati dan kegagalan saja oleh DosGil diselebrasikan, apalagi kasih sayang. Kasih sayang ya pasti dirayakan tiap-tiap hari sebisa mungkin dalam setiap hembusan nafas. *tsah

Hmmm … mari flashback sebentar: 14 Februari 2001, naskah skripsi DosGil disetujui dosen pembimbing untuk diproses ujian; 14 Februari 2008, mendapat kabar dinyatakan lulus MSc di Vrije Universiteit Amsterdam dan menghabiskan malam yang indah di Amsterdam; 14 Februari 2009, telah berkenalan dengan CA dan blogging menjadi tidak pernah sama lagi; 14 Februari 2012, CV Digikom Multimedia Pratama diluncurkan melayani berbagai jasa di interseksi IT dan Farmasi dengan DosGil sebagai co-founder. Tahun ini sepertinya hanya menjadi hari Kamis yang biasa. Ternyata tidak, hari ini selain merayakan satu tahun, salah satu produk Digikom yang bernama ObatApa diluncurkan. Hanya saja dalam ObatApa tidak ada sepertinya obat untuk patah hati, namun semoga masih bisa memberi arti.

Eh iya, ObatApa untuk sementara (dan semoga untuk selanjutnya) berada di urutan pertama aplikasi “top free” untuk kategori medical. Mohon masukan dan saran supaya bisa lebih bermakna dan bisa memaknai.

*Pogung, 14 Februari 2013, 21:33 WIB

… karena “Metilon (methylone) bukan katinona (cathinone) …”

“Sesuai dasar molekulnya dan efek farmakologi, methylone sama dengan chatinone” (Kombes Mufti Djusnir)

DosGil sepakat tulisan berikut: http://metro.kompasiana.com/2013/02/01/Fakta-sesataneh-kasus-BNN-Methylone-Raffi-dkk-530554.html. Jika argumen aneh dan “sesat” dari sudut pandang kimia farmasi (pharmacochemistry) atau lebih populer dengan kimia medisinal (medicinal chemistry) ini diterima secara hukum maka setidaknya ada dua preseden buruk yang sempat terpikir oleh DosGil:

1. Matinya perkembangan ilmu kimia farmasi/kimia medisinal di Indonesia. Dengan aktivitas yang menjadi acuan “kebaruan”, maka setiap senyawa baru tidak bisa dikembangkan ataupun dipatenkan jika memiliki aktivitas yang sama dengan salah satu dari ratusan ribu obat yang beredar di pasar, bahkan jika potensinya jauh lebih baik. Dari sudut pandang kimia medisinal, kebaruan terutama dilihat dari struktur kimia (secara tiga dimensi) bukan aktivitas. Klaim kebaruan berdasar aktivitas jauh lebih lemah dibanding struktur kimia. Melihat contoh phenacetine dan paracetamol di mana phenacetine adalah turunan paracetamol dan keduanya memiliki aksi farmakologi yang mirip, masing-masing (pada waktunya) dilindungi oleh dokumen paten yang berbeda dan dimiliki oleh perusahaan yang berbeda pula.

2. UU No. 35/2009 tentang Narkotika menjadi sangat fleksibel, tidak kaku dan beku seperti bahasa hukum/undang-undang. Ketika kata “turunan” dilekatkan pada cathinone untuk menjerat methylone maka setidaknya ada 3568 senyawa lain (yang dapat diakses dan diperoleh di http://zinc.docking.org/) yang merupakan turunan cathinone yang terjerat sebagai narkotika. Belum lagi jika masing-masing senyawa pada daftar di lampiran UU ini dicari turunannya. Hal yang semakin membuat aneh pemaksaan kata “turunan” pada kasus methylone ini mengingat pada UU ini kata turunan juga dipakai untuk “turunan morfina nitrogen pentafalent lainnya termasuk bagian turunan morfina-N-oksida, salah satunya kodeina-N-oksida”. Oh ya, menurut DosGil, methylone lebih pas disebut turunan MDMA (narkotika kategori 1 nomor 37) daripada turunan cathinone (narkotika kategori 1 nomor 35).

Dalam hal ini, pembuat UU sudah cukup jelas dan tegas, namun kurang up to date. Alih-alih memaksakan kata “turunan” yang tidak ada pada UU, disarankan melakukan addendum dengan menambah methylone. Jika memungkinkan daftar dapat ditinjau dan dievaluasi setidaknya setiap semester dengan melibatkan ahli kimia medisinal. Untuk kasus methylone, yang menurut DosGil tidak dipayungi UU No. 35/2009, sementara dapat digunakan peraturan perundang-undangan lain tentang obat yang lebih relevan.

*Pogung, 10 Februari 2013, 12:23 WIB

[bash: grep] sebelum dan sesudah

Misal sebuah file bernama test.txt berisi:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

, maka perintah

grep -A 3 “5” test.txt

akan menghasilkan luaran:

5
6
7
8

, sementara perintah

grep -B 3 “5” test.txt

akan menghasilkan luaran:

2
3
4
5

 

 

 

… karena “Agnes Monica @agnezmo …”

“DREAM, believe, and make it happen!” (Agnes Monica)

Agnes Monica lebih tepat disebut sebagai “pemicu” daripada sebagai inspirasi saya untuk mengejar beasiswa ke luar negeri. Bukan, bukan karena quote-nya yang dikutip di awal tulisan ini. Eksekusi mimpi yang saya ceritakan di sini dan di sini dimulai jauh sebelum Agnes rilis motonya itu. Terus karena apa? Berikut saya RT tweet-tweet tentang saya (@dosengila) dan @agnezmo (*halah) yang baru saja saya kicaukan untuk lebih jelas tentang kisah “picuan” ini:

  • RT @dosengila: Kalian percaya tak, jika dulu (2002) pemicuku untuk hunting beasiswa LN adalah @agnezmo?
  • RT @dosengila: Dulu pas hampir lulus tuh galau, mau ke mana? Kerja? Pilihannya sih ke marketing. Tapi saat itu lagi seneng2nya ama lab kimia organik.
  • RT @dosengila: Dulu tuh (sekarang juga sih), ngefans banget ama @agnezmo. Dan ada kabar  terbaca/terdengar doi mau lanjut ke LN, kuliah di UNSW, Aussie.
  • RT @dosengila: Nah, langsung cari info bagaimana cara bisa dapat beasiswa ke UNSW. Dan ternyata ada ADS dan salah satu dosen ternyata alumni UNSW.
  • RT @dosengila: Ya, siapa tahu bisa ketemu dan berteman akrab dengan @agnezmo. Itu motivasi saat itu. Dilengkapi lah persyaratan ADS dan daftar. Gagal.
  • RT @dosengila: Dari pemberi rekomendasi, dosen alumni UNSW dan seorang Prof di UNSW, diinfokan kemungkinan besar kegagalan krn freshgrad dan bukan dosen.
  • RT @dosengila: Titik terang! Jadi dosen. Melamarlah aku jadi dosen untuk meningkatkan kans dapat beasiswa ADS untuk kuliah di UNSW.
  • RT @dosengila: Melamar ke Uni Jember yang baru buka Farmasi dan Farmasi USD Jogja yang lagi lowong dosen Kimia Organik. USD memberi kepastian pertama.
  • RT @dosengila: Dan tahun berikutnya lamar ADS lagi. Gagal lagi. Entah kenapa. Mungkin bahasa Inggris dan IPK yang cuma di garis batas minimal.
  • RT @dosengila: IPK tidak mungkin ditingkatkan. Bahasa Inggris bisa. Maka kuambil kursus Inggris lengkap dgn TOEFL preparation. Apply lagi tahun berikutnya.
  • RT @dosengila: Tahun itu tidak hanya apply ADS namun juga Stuned (ke Belanda) karena syarat terpenuhi saat memenuhi syarat ADS plus pengalaman kerja 2 thn.
  • RT @dosengila: Ditolak lagi oleh ADS. Namun diterima di Stuned. Berangkatlah ke Belanda. Apparently, @agnezmo juga tidak jadi lanjut ke UNSW.
  • RT @dosengila: Dgn semangat “di manapun berada memberikan karya terbaik”, meskipun kans bertemu @agnezmo mendekati 0, di Belanda selesai MSc dan PhD.
  • RT @dosengila: Lalu pulang, kembali jadi dosen(gila) di USD. Yogya is the most beautiful city in the world. *ndak nyambung.
  • RT @dosengila: Sementara @agnezmo sepertinya on the right track merenda mimpinya go international. Good luck @agnezmo! The FORCE is strong with you.
  • RT @dosengila: Kalau nanti aku menerima nobel ataupun prestasi-prestasi akademik lainnya, salah seorang yg “cukup” berjasa sebagai pemicu adalah @agnezmo
  • RT @dosengila: Dan juga lagu @agnezmo yang dinyanyikan bareng Eza Yayang (?) yang http://t.co/H1NVpQ6c sering menjadi semangat saat galau studi di Belanda.
  • RT @dosengila: Begitu ceritanyaaa … *halah
  • RT @dosengila: Ada pertanyaan? *halah *kebiasaan

*Pogung, 25 Januari 2013, 11:25 WIB